PEMBELAJARAN AL-QUR’AN 3T (TAHSIN, TADABBUR, DAN TAFSIR) BAGI LANSIA DALAM MENGHIDUPKAN DAKWAH DI LIMA MASJID MUHAMMADIYAH PAMEKASAN
Abstrak
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan utama meningkatkan literasi Al-Qur’an pada kelompok lansia melalui penerapan pendekatan pembelajaran 3T, yaitu Tahsin, Tadabbur, dan Tafsir. Program ini berangkat dari realitas bahwa kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an pada lansia cenderung mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Penurunan tersebut tidak hanya disebabkan oleh faktor biologis, seperti gangguan penglihatan dan memori, tetapi juga oleh kurangnya akses terhadap model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan kognitif mereka. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang lebih ramah lansia, bersifat humanis, dan mampu mengakomodasi keterbatasan fisik maupun psikologis. Metode pembelajaran 3T dipilih karena menawarkan pendekatan yang komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada penghayatan makna ayat melalui tadabbur serta pemahaman tafsir secara sederhana dan aplikatif. Selama delapan minggu pelaksanaan, kegiatan dilakukan dalam bentuk pertemuan rutin yang dirancang partisipatif, interaktif, dan adaptif. Pendampingan diberikan secara bertahap agar peserta merasa nyaman, termotivasi, dan percaya diri dalam mengikuti proses belajar. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dalam keterampilan membaca (tahsin), kemampuan merenungi makna ayat (tadabbur), maupun pemahaman terhadap tafsir dasar. Selain peningkatan kompetensi, program ini juga mampu menumbuhkan motivasi spiritual, memperkuat rasa kebersamaan, serta memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi para lansia. Model ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai komunitas sebagai bentuk pembelajaran Al-Qur’an yang ramah dan memberdayakan lansia.




