MODERAT DAN INKLUSIF: STRATEGI MUHAMMADIYAH MENGENALKAN IDEOLOGI KEMUHAMMADIYAHAN KEPADA MASYARAKAT NON-KADER
Abstrak
Moderasi Islam dalam pandangan Muhammadiyah adalah sikap keberagamaan yang mengambil jalan tengah, menolak ekstremisme, dan mengedepankan kemaslahatan umat secara objektif. Sementara itu, watak inklusif tecermin dari keterbukaan organisasi ini dalam bekerja sama dengan berbagai elemen lintas iman, suku, dan golongan, terutama melalui amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan yang bebas diakses oleh siapa saja. Tujuan penelitian dalam jurnal ini adalah menganalisis strategi Muhammadiyah dalam mengomunikasikan ideologi kemuhammadiyahan kepada masyarakat non-kader melalui pendekatan yang moderat dan inklusif. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif berbasis studi pustaka yang membedah, menganalisis, dan mengonstruksikan secara mendalam strategi konseptual Muhammadiyah dalam mengomunikasikan ideologinya kepada masyarakat luas. Hasil penelitian bahwa strategi Muhammadiyah dalam komunikasi teologis-sosiologis terhadap masyarakat non-kader secara moderat dan inkusif melalui proses internalisasi ideologi Muhammadiyah dalam lingkungan AUM melalui tiga jalur utama, Pertama melalui jalur edukasi dan kurikulum, Kedua melalui jalur SDM, dan Ketiga pengkaderan dalam kelembagaan. Hasil dari pemahaman kurikulum AIK terhadap mahasiswa non-kader yaitu, mahasiswa bisa memahami tentang sejarah berdirinya Muhammadiyah, memahami tentang putusan tarjih yang menjadi fatwa warga muhammadiyah, bacaan sholat yang menjadi panduan warga muhammadiyah, memahami dasar kenapa muhammadiyah tidak bermahzab dalam menjalankan kehidupan beragamanya, serta memahami matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah banyak dipahami sebagai dasar aqidah secara lurus dan benar berdasarkan Al Qur’an dan As-Sunnah.







