ANALISIS HADIST TENTANG KEPEMIMPINAN WANITA: MENJAWAB TANTANGAN KESETARAAN GENDER DALAM MASYARAKAT MUSLIM KONTEMPORER
Abstrak
Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan tinjauan ulang terhadap Hadist yang seringkalidijadikan landasan untuk membatasi peran kepemimpinan wanita, terkhusus pada Hadist lan yufliha qawmun wallaw amrahum imra'atan (tidak akan beruntung suatu kaum yang melimpahkan urusan mereka terhadap perempuan). Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan ma'anil Hadist dan hermeneutika kontekstual, artikel ini menganalisis sanad, matan, dan asbab al-wurud Hadist tersebut untuk mengkaji makna otentik dan relevansinya yang lebih sesuai. Hasilnya mengungkapkan bahwa Hadist tersebut memiliki konteks historis-politis spesifik (yaitu terkait dengan peristiwa pengukuhan Ratu Buran di Persia) karena kondisi politik yang tidak stabil akibat perang saudara, dan bukan ketentuan hukum universal yang bisa menghilangkan seluruh peluang wanita terlibat dalam kepemimpinan. Relevansi kontemporer Hadist ini dibahas dalam kaitannya dengan isu kesetaraan gender dan keterlibatan wanita dalam ranah publik modern, menyimpulkan bahwa pembatasan total terhadap kepemimpinan wanita menjadi tidak sejalan dengan semangat dasar Islam yang menjunjung tinggi keadilan ('adl) dan kompetensi (isti'dad).







