ANALISIS HADITS RIWAYAT IBNU MAJAH NOMOR 246 TENTANG DOA PERLINDUNGAN DARI ILMU TIDAK BERMANFAAT SERTA IMPLEMENTASINYA DI SEKOLAH MODERN
Abstrak
Di tengah krisis pendidikan modern yang ditandai dengan sekularisasi kurikulum, inflasi informasi information overload, dan rapuhnya kesehatan mental pelajar, hadits ini menawarkan kerangka teologis dan pedagogis yang krusial. Penelitian ini menyajikan analisis komprehensif, multidisipliner, dan mendalam terhadap Hadits Riwayat Ibnu Majah Nomor 246 yang memuat doa perlindungan dari empat patologi spiritual: ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research studi pustaka, mengintegrasikan kritik sanad takhrij, syarah ulama klasik Al-Ghazali, Al-Munawi, As-Sindi, dan analisis psikologi pendidikan kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa konsep ilmu yang tidak bermanfaat berkorelasi erat dengan fenomena inert knowledge dan disorientasi akademik; hati yang tidak khusyuk bermanifestasi dalam degradasi adab dan kekerasan bullying; serta nafsu yang tidak puas menjelaskan krisis materialisme dan jebakan hedonic treadmill di kalangan remaja. Secara implementatif, Sekolah Islam Terpadu SIT dan Pesantren Modern telah menerjemahkan nilai-nilai hadits ini melalui kurikulum terintegrasi, program Bina Pribadi Islam BPI, dan metode Tazkiyatun Nafs yang terbukti efektif meningkatkan kesejahteraan psikologis dan karakter siswa. Laporan ini merekomendasikan reintegrasi dimensi transendental ke dalam struktur kurikulum nasional sebagai solusi atas spiritual void dalam pendidikan abad ke-21.







