FUNGSI SOSIAL DAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM: RELEVANSI SOSIOLOGIS DI TENGAH ARUS DISRUPSI GLOBAL DAN PLURALISME
Abstrak
Pendidikan Islam secara inheren memiliki dua fungsi utama: fungsi kultural (transmisi nilai agama) dan fungsi sosial (pembentukan individu yang relevan dengan masyarakat). Di tengah arus disrupsi global dan masyarakat yang semakin pluralistik, fungsi sosial pendidikan Islam ditantang untuk diorientasikan ulang. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi sosiologis kurikulum Pendidikan Islam dalam merespons dinamika tersebut. Melalui pendekatan kualitatif-studi pustaka, ditemukan bahwa tantangan utama adalah degradasi nilai spiritual akibat materialisme, fragmentasi sosial di tengah pluralisme wacana digital, dan keterputusan relevansi lulusan dengan kebutuhan kerja modern. Oleh karena itu, kurikulum Pendidikan Islam harus direformulasi dengan menekankan pada integrasi teknologi secara etis (literasi digital Islami), penguatan humanisme profetik (mewujudkan rahmatan lil 'alamin), dan pembelajaran kontekstual yang mempromosikan toleransi serta keterampilan abad ke-21. Relevansi sosiologis pendidikan Islam terletak pada kemampuannya menjadi agen peradaban yang adaptif, transformatif, dan tetap autentik dalam mengokohkan identitas Muslim moderat di tengah keberagaman global.







