PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA BROKEN HOME (STUDI KASUS DI KENDANGSARI KECAMATAN TENGGILIS MEJOYO SURABAYA)

Penulis

  • Hasfah Handayani universitas muhammadiyah surabaya Penulis
  • M Arfan Mu'ammar Universitas Muhammadiyah Surabaya Penulis

Abstrak

Tingginya angka perceraian di Indonesia berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis dan spiritual anak-anak, terutama dalam keluarga broken home. Ketidakharmonisan hubungan orang tua seringkali menyebabkan kurangnya perhatian terhadap pendidikan agama anak, sehingga berdampak pada pembentukan karakter dan perilaku. Dalam konteks ini, pendidikan agama Islam memegang peranan penting sebagai pondasi moral dan spiritual dalam keluarga, termasuk keluarga yang mengalami disfungsi. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup: (1) bagaimana kondisi keluarga broken home di Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya; (2) bagaimana pendidikan agama Islam dilaksanakan dalam keluarga broken home di kelurahan tersebut; dan (3) bagaimana implikasi pendidikan agama Islam dalam keluarga broken home di Kelurahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap beberapa keluarga broken home di Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, selama bulan Mei 2024. Pemilihan lokasi didasarkan pada aksesibilitas dan tingginya kasus perceraian yang ditemukan di wilayah tersebut. Peneliti fokus pada peran pendidikan agama Islam dalam menjaga nilai-nilai keimanan, ibadah, akhlak, dan keterampilan hidup anak-anak dalam kondisi keluarga yang tidak utuh. Hasil penelitian Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertama kondisi keluarga broken home di Kelurahan Kendangsari Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya menunjukkan adanya dampak psikologis dan sosial terhadap anak akibat kurangnya keharmonisan dan keterlibatan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Kedua pendidikan agama Islam dalam keluarga broken home cenderung tidak optimal karena minimnya sinergi antar orang tua dalam memberikan pembinaan spiritual kepada anak. Akibatnya, proses internalisasi nilai-nilai keislaman seperti akhlak, ibadah, dan spiritual tidak berlangsung secara konsisten dan menyeluruh dalam kehidupan anak. Ketiga pendidikan agama Islam memiliki implikasi positif dalam membentuk karakter dan ketahanan moral anak, anak-anak yang tetap mendapatkan bimbingan agama secara intensif memiliki orienasi yang jelas dan mampu mengelola tekanan psikologis akibat perpecahan keluarga. Dengan demikian pendidikan agama Islam menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan emosional dan pembentukan karakter anak dalam situasi keluarga yang tidak utuh.

The high divorce rate in Indonesia has a significant impact on the psychological and spiritual condition of children, especially those in broken home families. Disharmony in parental relationships often leads to a lack of attention toward children's religious education, which in turn affects character formation and behavior. In this context, Islamic religious education plays a crucial role as the moral and spiritual foundation within the family, including those experiencing dysfunction. The research problems in this study include: (1) What is the condition of broken home families in Kendangsari Sub-district, Tenggilis Mejoyo District, Surabaya? (2) How is Islamic religious education implemented in broken home families in that area? and (3) What are the implications of Islamic religious education in broken home families in that sub-district? This study uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving several broken home families in Kendangsari Sub-district, Tenggilis Mejoyo District, Surabaya, during May 2024. The location was chosen based on accessibility and the high incidence of divorce cases in the area. The research focused on the role of Islamic religious education in maintaining values of faith, worship, morals, and life skills among children living in non-intact family conditions. The results of the study indicate, first, that the condition of broken home families in Kendangsari Sub-district, Tenggilis Mejoyo District, Surabaya shows psychological and social impacts on children due to the lack of harmony and parental involvement in daily life. Second, Islamic religious education in broken home families tends to be suboptimal because of the minimal synergy between parents in providing spiritual guidance to children. As a result, the internalization process of Islamic values such as morality, worship, and spirituality does not occur consistently and comprehensively in the children’s lives. Third, Islamic religious education has a positive implication in shaping children's character and moral resilience. Children who continue to receive intensive religious guidance tend to have a clearer life orientation and are better able to manage the psychological pressures caused by family breakdown. Thus, Islamic religious education serves as an essential instrument in maintaining emotional balance and character formation in children living in broken home situations.  

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-26

Cara Mengutip

“PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA BROKEN HOME (STUDI KASUS DI KENDANGSARI KECAMATAN TENGGILIS MEJOYO SURABAYA)”. MHS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keislaman 1, no. 4 (December 26, 2025): 409–419. Accessed January 12, 2026. https://journal.zamronedu.co.id/index.php/mhsjournal/article/view/170.