ISTIHĀDHAH DALAM PERSPEKTIF KONTEMPORER: REKONSILIASI ANTARA SYARIAT DAN GINEKOLOGI MODERN
Abstrak
Makalah ini membahas integrasi antara perspektif hadis dan ginekologi modern dalam memahami istihāḍah sebagai bentuk perdarahan non-menstruasi pada perempuan. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengkaji 211 hadis tematik dari 13 kitab hadis utama dan menganalisisnya secara komparatif dengan klasifikasi FIGO System 1 dan 2 terkait abnormal uterine bleeding (AUB). Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi saw. memberi kerangka normatif terhadap durasi, ritme, dan konsekuensi ibadah dalam kondisi istihāḍah, sedangkan pendekatan medis memperjelas etiologi dan tipologi perdarahan secara klinis. Kombinasi keduanya menghasilkan kerangka aplikatif yang holistik, di mana hukum Islam tetap menjaga keluwesan ibadah tanpa mengabaikan keselamatan reproduksi perempuan.
This paper examines the integration of Prophetic traditions and contemporary gynecology in understanding istihāḍah, a form of non-menstrual bleeding experienced by women. Adopting a library research approach, the study analyzes 211 thematic hadiths across 13 classical sources and juxtaposes them with the FIGO Systems 1 and 2 on abnormal uterine bleeding (AUB). The findings indicate that hadiths provide normative guidance regarding duration, ritual obligations, and spiritual hygiene during istihāḍah, while medical classification systems clarify its etiologies and clinical typologies. The synthesis of both perspectives offers a holistic and practical framework, allowing Muslim women to observe religious duties with greater clarity and health-conscious adaptability.







