PENGGUNAAN MAKE UP PADA SISWA DI SEKOLAH: ANALISIS PSIKOLOGIS, SOSIAL, DAN ETIKA PENDIDIKAN
DOI:
https://doi.org/10.1234/v4kfhz66Abstrak
Fenomena penggunaan make up oleh siswa di sekolah semakin sering dijumpai dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada jenjang remaja. Perilaku ini menimbulkan sejumlah persoalan psikologis, sosial, dan etika pendidikan karena berpotensi memengaruhi fokus belajar, interaksi teman sebaya, serta budaya sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan make up siswa dari perspektif psikologi perkembangan, dinamika sosial, dan etika pendidikan dalam bingkai nilai-nilai pendidikan Islam. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji literatur kontemporer terkait psikologi remaja, etika pendidikan, budaya sekolah, serta ajaran Islam mengenai kesederhanaan dan disiplin perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan make up ringan dapat dipahami sebagai bagian dari pembentukan identitas diri dan peningkatan kepercayaan diri remaja. Namun penggunaan make up berlebihan cenderung menimbulkan dampak negatif seperti kecemasan penampilan, kompetisi sosial, gangguan konsentrasi belajar, serta penyimpangan dari nilai kesederhanaan dalam Islam. Artikel ini menegaskan bahwa sekolah perlu mengembangkan pendekatan edukatif dan humanis, yakni membedakan antara perawatan diri yang sehat dan berhias secara berlebihan. Pendekatan pembinaan dengan dialog, keteladanan, dan integrasi nilai-nilai Islam dinilai lebih efektif dibandingkan aturan yang bersifat represif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara psikologi, pemahaman sosial, dan etika pendidikan Islam sangat diperlukan dalam mengelola fenomena penggunaan make up di sekolah.
Unduhan
Referensi
Amtai Alaslan, dkk, "Metode Penelitian Kualitatif", (Tasikmalaya: Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia, 2023).
Azizah, Nur. “Peer Influence and Self-Image in Adolescents.” International Journal of Youth Studies 7, no. 2 (2021).
Bidaayatul Mujtahid, 1: 206
Chaplin, J.P. Dictionary of Psychology. New York: Dell, 2013.
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya.
Erikson, Erik H. Identity: Youth and Crisis. New York: W.W. Norton, 1968.
Fiqh As-Sunnah li An-Nisa’. Cetakan tahun 1422 H. Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim. Penerbit Al-Maktabah At-Taufiqiyah.
Komalasari, Kokom. “School Culture and Moral Development.” Journal of Educational Studies 12, no. 3 (2020).
Lexy Moeleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002).
Ma'arif, Syamsul. “Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam.” Tadris Journal 8, no. 1 (2019).
Marpaung, Margaretha Theodora dan Supsiloani, “Fenomena Penggunaan Make Up di Lingkungan Sekolah Terhadap Proses Belajar Mengajar”, Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora, Vol 9, No. 1 (2024).
Mayang Riyantie, Konsep Diri Pecinta Make Up Korea, 2019 https://journal.binadarma.ac.id/index.php/jurnalinovasi/article/download/776/444
Santrock, John W. Adolescence. New York: McGraw-Hill, 2018.
Uus Ruswandi, “Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam”, Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Vol 5 no 8 (2022)
Yustiari, dkk, “Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja”, (Purbalingga: Eureka Media Aksara, 2024)
Yusuf, Syamsu. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2016.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nur Hamidah, Oryza, Zainal Arifin (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










