PEMBELAJARAN AL-QUR’AN BAGI USIA DEWASA DAN LANSIA DI TPQ AN-NASUCHA GEDEG MOJOKERTO DALAM PERSPEKTIF  SOSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

Penulis

  • Abdul Malikul Quddus Al Jabbar Universitas Muhammadiyah Surabaya Penulis

DOI:

https://doi.org/10.1234/v50b5527

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya masyarakat Indonesia yang buta huruf Al-Qur’an serta meningkatnya kesadaran spiritual pada usia lanjut tentang pentingnya membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Namun, ketersediaan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang secara khusus menyasar kelompok usia dewasa dan lansia masih sangat terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru TPQ, santri dewasa dan lansia, serta pengurus TPQ An-Nasucha. Fokus penelitian mencakup: (1) metode dan strategi pembelajaran yang digunakan; (2) faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran; serta (3) analisis pembelajaran Al-Qur’an bagi peserta didik dewasa dan lansia dalam perspektif Sosiologi Pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi dewasa dan lansia di TPQ An-Nasucha menggunakan metode Tilawati yang dilaksanakan secara terstruktur dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Metode ini bersifat individual, bertahap, dan menekankan pengulangan materi. Faktor pendukung pembelajaran meliputi kompetensi guru, lingkungan belajar yang kondusif, motivasi spiritual peserta didik, dan dukungan keluarga. Adapun faktor penghambat antara lain kesulitan pelafalan makharijul huruf, ketidakkonsistenan kehadiran, penurunan daya ingat, kelelahan fisik, serta benturan jadwal dengan aktivitas lain. Dalam perspektif Sosiologi Pendidikan Islam, pembelajaran ini mencerminkan gagasan pembaruan pendidikan Islam ala Muhammad Jawwad Ridla yang menekankan pentingnya penyesuaian metode dan kurikulum dengan kebutuhan sosial masyarakat. TPQ berperan sebagai agen sosial yang tidak hanya mentransfer kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk solidaritas sosial, meningkatkan kesadaran keagamaan, dan memberdayakan kelompok dewasa dan lansia sebagai bagian penting dalam masyarakat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Afifuddin, dan Beni Ahmad Saebani. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2012.

Atikah, Siti. Psikologi Lanjut Usia: Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2019.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES, 1985.

Hanum, Lutfiyah. “Pemberdayaan Lansia dalam Peningkatan Literasi Al-Qur’an di Indonesia.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. 1 (2023).

Khadijah. “Pendidikan Al-Qur’an untuk Lansia: Studi pada Majelis Taklim Al-Ikhlas.” Jurnal Pendidikan Islam 12, no. 2 (2021).

Knowles, Malcolm S. The Adult Learner: A Neglected Species. 6th ed. Boston: Elsevier, 2005.

Miles, Matthew B., dan A. Michael Huberman. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. 2nd ed. California: Sage Publications, 1994.

Triana, Rumba, et al. “Peningkatan Kualitas Para Pengajar Al-Qur’an dalam Rangka Meningkatkan Minat Belajar Baca Al-Qur’an di Kelurahan Gunung Batu.” Khidmatul Ummah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1, no. 1 (2020). https://doi.org/10.30868/khidmatul.v1i01.981

Zuhairini, dkk. Metodologi Pengajaran Agama. Jakarta: Bumi Aksara, 1994.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

PEMBELAJARAN AL-QUR’AN BAGI USIA DEWASA DAN LANSIA DI TPQ AN-NASUCHA GEDEG MOJOKERTO DALAM PERSPEKTIF  SOSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM. (2026). Shafwah: Jurnal Pembelajaran Dan Pendidikan Islam, 1(2), 121-128. https://doi.org/10.1234/v50b5527